KasihKristen Network

Icon...hendaklah terangmu bercahaya di depan orang, supaya mereka melihat perbuatanmu yang baik dan memuliakan Bapamu yang di surga... Matius 5: 16

INDIA: DUNIA MEMINTA HENTIKAN KEKERASAN

Protest about Orissa


INDIA: DUNIA MEMINTA HENTIKAN KEKERASAN

Saya pikir tidak ada berita yang lebih membawa kita kepada laporan saksi mata, protes dan respon mereka daripada berita aniaya yang berlanjut dan memalukan terhadap orang-orang tak bersalah di Orissa-India, hanya karena mereka adalah orang-orang Kristen. Kamp-kamp pengungsi yang jorok dihuni oleh ribuan orang yang telah kehilangan segalanya: rumah, pakaian, Alkitab, pekerjaan dan beberapa bahkan kehilangan nyawa mereka setelah dipukuli dan dibakar. Laporan-laporan terus bermunculan tentang aniaya dan pemerkosaan bahkan terhadap para biarawati, sementara kaum ekstrimis Hindu kini memberikan kepada semua orang percaya waktu dua minggu untuk meninggalkan Orissa atau menghadapi situasi yang lebih buruk. Kami mensponsori salah seorang pastor yang sangat berani mendatangi kamp-kamp pengungsi untuk memberikan pengharapan kepada orang-orang yang tengah membutuhkan segala sesuatu itu.


Demonstating for OrissaSementara itu, di Orissa sendiri hampir 130 orang menerima baptisan air dalam lima hari doa dan puasa yang dihadiri oleh hampir 2.000 orang. Banyak orang melihat keberanian ini dan memberikan hati mereka untuk mengikut Yesus. Mitra kami menceritakan bagaimana seorang perempuan berusia 55 tahun dengan penyakit yang tak dapat disembuhkan dan akan segera meninggal, namun setelah didoakan kini ia mendapatkan kesehatan dengan sempurna, sementara seorang lainnya yang harus menghadapi amputasi kaki kini benar-benar dipulihkan setelah didoakan dalam nama Yesus. Orang-orang mendapatkan keberanian setelah menyadari bahwa Allah yang hidup berjalan di tengah-tengah mereka melalui penderitaan yang mereka alami.

 
 

KAMI MENDENGARKAN

A man listening

KAMI MENDENGARKAN

Bagi banyak orang percaya yang terperangkap di dalam kekerasan di Congo dan Orissa, hari-hari yang menakutkan ini justru memberikan kesempatan untuk melayani selain juga untuk menderita. Tidak banyak yang dapat kami katakan kepada Anda yang telah menyampaikan kepada kami kisah-kisah yang memilukan. Tidak banyak yang dapat kami lakukan dari tempat yang jauh ini, tetapi kami berjanji tidak akan meninggalkan Anda tanpa teman yang mau mendengarkan Anda dan berdoa bagi Anda. Baru-baru ini saya belajar bahwa kata belas kasihan berarti juga “menderita bersama”, bukan memecahkan segala masalah. Belas kasihan berarti langsung pergi ke orang-orang itu dan tempat-tempat di mana penderitaan paling parah terjadi, dan membangun rumah di sana. Belas kasihan Allah adalah total, mutlak dan tanpa syarat, tanpa penundaan. Itu adalah belas kasihan dari mereka yang terus melangkah ke sudut-sudut yang paling dilupakan di dunia ini, dan yang tidak dapat tinggal tenang sepanjang mereka tahu bahwa masih ada manusia dengan air mata.

 
 

UGANDA: ULAR DAN DUKUN

Men carrying python

UGANDA: ULAR DAN DUKUN

Ini adalah cerita kuno Afrika yang mungkin pernah Anda dengar, namun kisah yang sama kembali terjadi bulan lalu. Mitra kami George Purkweri pergi bersama rekan-rekannya dari Gereja untuk Kaum Miskin di Barlonyo untuk memberitakan Injil di sebuah desa yang disebut dengan desa Agweng di mana jimat-jimat mengundang roh-roh jahat untuk meneror orang-orang. Sebanyak lima orang anak muda telah mati tahun lalu dipatuk ular besar yang tiba-tiba menghilang ketika para penduduk desa berusaha membunuhnya. Mereka berkata bahwa tahun lalu, satu keluarga menerima seorang dukun dan mengizinkan untuk meninggalkan ular itu untuk perlindungan. George berkata bahwa orang-orang desa sangat cemas mendapat kunjungan orang-orang percaya untuk berdoa di dalam nama Yesus, dan sementara hal itu dilakukan. roh-roh jahat membanting orang-orang ke tanah sebelum mereka dibebaskan. Dan akhirnya, sebanyak 36 orang memutuskan untuk menerima Kristus dan mereka mendirikan Gereja untuk Kaum Miskin yang berikut. Tentang ular itu tidak ada berita lanjutan.

 
 

POST MODERNISM, ANCAMAN ATAU PELUANG?

Trent Vineyard UK

POST MODERNISM, ANCAMAN ATAU PELUANG?

Kemarin malam kami mengadakan suatu pertemuan Kristen post-modern yang sangat eksperimental, yang menganugerahi Trent Vineyard di Inggris dengan suatu kumpulan besar yang terdiri dari ratusan orang muda. Di tempat yang baru saja diperluas dengan dana £4,000,000 kami menggunakan beberapa layar lebar, presentasi video yang kuat dan band yang sangat bagus. Ketika pengunjung masuk, mereka disuguhi sepotong jigsaw yang kemudian dicocokkan ke dalam suatu papan raksasa sebagai bagian dari doa untuk menemukan tempat kami di dalam pelayanan bersama, dan kemudian foto masing-masing orang dipasangkan juga di dalam layar yang besar membentuk kata SATU. Sungguh berkesan, dan sulit untuk disebut sebagai gereja sebagaimana yang kita kenal, tetapi jika dengan cara ini iman kepada Kristus akan disebar di dalam dunia Barat post-modern, maka tidak ada yang perlu kita takutkan.

 
 

SUKU YANG JAUH DARI PERADABAN DI PLANET KITA

Primitive man in Papua

SUKU YANG JAUH DARI PERADABAN DI PLANET KITA

Jauh di Papua sana mitra kita Adri yang sebelah matanya tidak dapat lagi melihat, bersama rekannya yang berusia 50 tahun, pastor Abimelekh, hari ini pergi ke dalam hutan untuk melayani selama satu bulan di tengah-tengah suku yang tak terjangkau yang disebut Hopi Bungkus, yang artinya “Tanpa Pakaian”, sebab mereka sama sekali telanjang, baik laki-laki maupun perempuan. Pertama kali Abimelekh mendatangi suku itu, mereka menangkap dan mengikatnya, siap untuk menghukumnya. Namun Tuhan menolongnya sehingga ia dapat menjelaskan maksud kedatangannya. Kita menantikan berita selanjutnya untuk mencari tahu apa yang dapat dilakukan untuk orang-orang Hopi Bungkus ini, namun informasi yang kami dapat, mereka memerlukan obat-obatan dan alat radio komunikasi sebagai prioritas utama.

 
 

KEBANGUNAN ROHANI DIBUTUHKAN DI TOGO

lometogo

KEBANGUNAN ROHANI DIBUTUHKAN DI TOGO


Leo di Argentina telah bertanya tentang Togo. Orang-orang di sini masih begitu terikat dengan ritual voodoo, bahkan termasuk beberapa orang Kristen. Namun mereka terbuka akan Injil. Kami agak tertinggal karena KKR-KKR yang kami adakan biasanya didasarkan pada pertemuan-pertemuan di Nigeria di mana mujizat merupakan faktor penting, atau di Ghana di mana orang-orang menyukai nubuat, namun hal-hal ini tidak begitu penting di Togo. Kami memerlukan kebangunan rohani massal.


Pastor Felly Nsungu, School of Mission in Togo

 
 

EMPAT BELAS TAHUN MELAYANI AMERIKA: GRATIS




EMPAT BELAS TAHUN MELAYANI AMERIKA: GRATIS

Rich Nathan adalah seorang pendidik Alkitab terkemuka dengan kemampuan dalam mengkomunikasikan kebenaran dengan perkataan yang mudah dan sederhana yang dapat dipahami oleh siapa saja. Luar biasanya, ia telah mengumpulkan pesan-pesan pengajarannya itu selama 14 tahun secara on-line, dan gratis. Setiap pesan ditulis dengan lengkap, kata per kata. Bagi Anda para gembala dan murid Alkitab, jangan lewatkan harta yang sangat berharga ini.